Sekarang destinasi ini sudah banyak di perbincangkan para komunitas photografi bahkan skrng tempat ini tidak hanya di datangi oleh photografi saja.sudah banyak masyarakat umum mengincar tempat ini untuk menjadikan destinasi berlibur mereka.
Berbicara soal ke unikan tempat ini,jelas sangat unik dan bikin penasaran orang banyak untuk melihat langsung tempat ini.
Lihat saja bukit-bukit di ukir garis oleh petani dengan rapih untuk bercocok tanam bawang merah dan daun bawang.
Owh iya info penting yg perlu di ketahui,disini pada saat hijau rapih d tanam bawang itu kisaran bulan Desember – Januari di tahap pertama dan akan kembali hijau di bulan Maret-april di bulan lain kondisi tempat ini akan di penuhi tanaman lain seperti kol,jagung, bahkan nanti akan banyak tumbuh rumput liar.
Tempat ini sudah ada warung-warung yg berjualan makan-minum buat para pengunjung, lahan parkir juga sudah ada walaupun tak seluas lapangan.
Yg sangat di sayangkan disini itu toilet hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber air.
Jadi buat yg ingin BAB kalian harus turun naik motor sekitar 10menit.
Untuk akses Alhamdulillah jalan kesini sudah semakin bagus dan mulus walau tidak luas, setidaknya di tiap jalan di sediakan jalan yg agak luas buat kendaraan roda 4 yg berpapasan.jenis kendaraan yg bisa masuk ke daerah ini sepeda motor,mobil pribadi & elf.
Disini anda tidak di pungut biaya yg ada hanya biaya parkir saja, kecuali dr parkiran Anda mau naik ke bukitnya lagi ,itu ada biaya nya di tarif Rp.5000 per orang.


